Rabu, 02 Januari 2013 | By: Septi

DAUN


     Fungsi dari daun dalam tumbuhan itu salah satunya adalah fotosintesis, tempat membuat makanan yang berlangsung dibagian klorofil. Klorofil adalah dapurnya. Dapur dalam sebuah kisah asmara. Dimana ada dapur, disitu ada makanan. Makanan yang penuh dengan berbagai rasa.
     Ada rasa pahit daun pepaya, seperti pertengkaran yang membuat kita marah satu sama lain akan terasa pahit. Meski rasanya pahit dan susah ditelan, tapi kita jadi bisa tahu apa yang tidak disukai oleh pasangan kita.
     Akan ada rasa manis saat kita memasakkan spageti untuk sang kekasih. Walau hasilnya terasa asin, tapi sang kekasih menghabiskannya.
     Meskipun sang kekasih melahap semua spageti asin yang kita masak. Dia akan memberi kejujuran “Spagetinya terlalu asin”. Pujian yang tidak manis juga tidak pahit, bukankah ini asam. Seperti orang-orang pada umumnya, disuasana tertentu menginginkan dan merindukan rasa asam stroberi, nanas, cuka dan asam lainya. Dan dilain hari sang kekasih akan bilang “Bisa masakin nasi magelang buatku?”.

      Keringat tidak sama dengan garam, tapi rasanya sama-sama asin. Asin. Seperti saat kita ingin tahu apa yang sedang dilakukan kekasih kita. Jika terlalu banyak rasa ingin tahu kita, lama-lama Dia akan bosan. Tapi jika tak ada rasa ingin tahu, juga akan terasa hambar. Makanan akan terasa enak jika takaran keasinannya itu pas.
Selasa, 04 Desember 2012 | By: Septi

Partner


Nikah? Pernikahan? Gara-gara dengerin gosip temen-temen sekantor yang menggosipkan rumah tangga temen (temen sekantor juga, tapi suami istri satu kantor, si A dan si B) sendiri yang terlihat aneh tanpa komunikasi, eh itu katanya cie,,itu berantem dikantor.
Married???

Aku jadi mikir. Kenapa orang-orang pada nikah? Atas dasar apa? Pelariankah? Takut tumbuh tua sendiri? Memang ga semuanya (kupertebal, tandanya dipertegas ya,,), pasti ada yang tulus (tapi aku ga tau ne tulus berdasarkan apa). Apa setelah menikah itu menjamin hidup bersamanya dan bahagia? Dan hatinya hanya milik kita? Coba siapa yang bisa jamin hal seperti itu?

Ada sebagian orang yang menikah karena pelarian dari cintanya yang tak tersampaikan. Mencoba untuk bisa bahagia atau menunjukan pada orang aku juga bisa bahagia? Berlari ke arah yang bisa melindungi? Berpura-pura menyukai partner barumu itu? Membangun dari awal dengan kepura-puraan dan tak terbuka.
Ada sebagian orang yang menikah karena takut sendirian dan dianggap tidak terjual. Hanya orang-orang wooww yang tidak takut sendiri. Membangun keluarga dengan partner. Ya, partner yang bisa grow old with you.

Ada sebagian orang yang menikah dengan memilih pasangan yang ekonominya lebih besar, ya, temanku seorang cewe secara ga sengaja keceplosan. Katanya waktu baru kerja dan masih lajang, banyak sekali cowo-cowo yang mendekatinya, ditambah lagi dia cantik, tinggi. Tapi dia menolak semua, katanya gaji mereka masih belum pasti dan masih sedikit. And now, sekarang dia dah nikah, dapet pasangan seorang PNS, but ga ada kejujuran dalam keluarga itu, apalagi masalah ekonomi.

Ah,,,itu apa itu? Begitu rumitnya manusia. Mungkin jika manusia tidak bisa berbohong, dunia ini akan penuh dengan orang yang saling bermusuhan. Uang itu bisa dicari, tapi honesty and loyalty itu ga akan ada yang ngejualnya.